Pengukuhan 12 Guru Besar oleh Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq

Pengukuhan 12 Guru Besar oleh Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq

Upacara Pengukuhan 12 Guru Besar oleh Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq menjadi salah satu momen bersejarah dalam perjalanan institusi. Acara ini tidak hanya menandai peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga memperkuat posisi kampus sebagai pusat keilmuan Al-Qur’an yang unggul dan berpengaruh di tingkat nasional.

Momentum Bersejarah bagi STIQAS

Pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Utama ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, civitas akademika, para tamu undangan, serta keluarga dari para guru besar yang dikukuhkan. Suasana khidmat dan penuh kebanggaan terasa sejak awal acara, menegaskan betapa pentingnya pencapaian tersebut bagi pengembangan institusi.

Rektor dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bukti nyata komitmen kampus untuk terus mendorong peningkatan mutu akademik dan penelitian. Beliau menegaskan bahwa hadirnya 12 guru besar baru akan memperkuat fondasi keilmuan, khususnya dalam bidang studi Al-Qur’an dan keislaman.

Peran Strategis Guru Besar dalam Pengembangan Keilmuan

Para guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keahlian, mulai dari tafsir, hadis, pendidikan Islam, hingga kajian sosial-keagamaan. Dengan kompetensi yang dimiliki, para profesor ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam:

  • Peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah
  • Pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman
  • Pembinaan akademik bagi dosen muda dan mahasiswa
  • Penguatan jaringan kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional

Kehadiran mereka menjadi aset berharga bagi STIQAS dalam mencetak lulusan berintegritas dan berwawasan luas.

Prosesi Pengukuhan yang Khidmat

Acara pengukuhan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan resmi, diikuti dengan pemanggilan satu per satu guru besar ke atas panggung. Rektor kemudian melakukan pengalungan samir dan penyerahan piagam penghargaan sebagai simbol pengukuhan jabatan profesor.

Setiap guru besar juga diberikan kesempatan menyampaikan orasi ilmiah yang berisi ringkasan pemikiran dan kontribusi mereka terhadap dunia keilmuan. Orasi ini menghadirkan gagasan segar yang memperkaya wacana akademik, sekaligus menjadi inspirasi bagi para peserta yang hadir.

Apresiasi dan Dukungan dari Banyak Pihak

Keluarga dan kerabat tampak haru menyaksikan pencapaian para guru besar. Tepuk tangan gemuruh mengiringi setiap momen penting dalam prosesi, menggambarkan rasa bangga seluruh civitas akademika atas pencapaian luar biasa tersebut.

Para tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan dan pemerintahan juga memberikan apresiasi. Mereka menilai bahwa pengukuhan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga kontribusi besar bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Penguatan Komitmen Menuju Kampus Unggul

Melalui pengukuhan 12 guru besar ini, STIQAS menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan visi sebagai institusi unggul di bidang ilmu Al-Qur’an dan keislaman. Rektor menegaskan bahwa kampus akan terus memperkuat iklim akademik, mendorong budaya riset, serta membuka ruang bagi kolaborasi yang lebih luas.

Beliau berharap para profesor yang dikukuhkan dapat menjadi teladan dalam etika akademik, produktivitas ilmiah, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penutup

Pengukuhan 12 Guru Besar oleh Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq merupakan langkah besar dalam mengukuhkan posisi kampus sebagai pusat keilmuan yang maju dan berdaya saing. Dengan bertambahnya jajaran profesor, STIQAS diharapkan menjadi semakin kuat dalam mencetak generasi ilmuwan dan pemimpin masa depan yang berintegritas serta berkomitmen pada nilai-nilai Al-Qur’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *