Program Studi Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) STIQAS sukses menyelenggarakan Seminar Antar Bangsa yang mengangkat tema seni visual dan ekologi. Kegiatan ini menjadi ruang akademik lintas negara untuk membahas peran seni dalam merespons isu lingkungan dan keberlanjutan.
Seminar diikuti oleh akademisi, seniman, mahasiswa, serta pemerhati seni dari berbagai institusi nasional dan internasional. Kegiatan ini menegaskan komitmen STIQAS dalam mengembangkan keilmuan seni yang relevan dengan tantagan global.
Seni Visual sebagai Media Kesadaran Lingkungan
Dalam seminar tersebut, dibahas bagaimana seni visual dapat menjadi medium edukasi, kritik sosial, dan kampanye kesadaran lingkungan. Para narasumber memaparkan karya dan riset seni yang menyoroti isu ekologi seperti perubahan iklim, krisis lingkungan, serta hubungan manusia dengan alam.
Pendekatan kreatif melalui seni dinilai mampu menyampaikan pesan lingkungan secara lebih emosional dan mudah diterima masyarakat luas.
Kolaborasi Internasional Bidang Seni
Seminar antar bangsa ini menghadirkan pembicara dari berbagai negara yang berbagi perspektif tentang praktik seni visual berbasis ekologi. Diskusi lintas budaya ini memperkaya wawasan peserta sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan pameran seni internasional.
Penguatan Akademik dan Kreativitas Mahasiswa
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Prodi Seni Rupa FKIP STIQAS mendapatkan pengalaman akademik internasional serta inspirasi dalam berkarya. Seminar ini juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan karya seni yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan kepedulian lingkungan.
Komitmen STIQAS terhadap Isu Global
Penyelenggaraan seminar ini menunjukkan peran aktif STIQAS dalam merespons isu global melalui pendekatan keilmuan dan seni. Kampus berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang mendukung keberlanjutan, kreativitas, dan kolaborasi internasional.
Penutup
Seminar Antar Bangsa Seni Visual Ekologi yang digelar Prodi Seni Rupa FKIP STIQAS menjadi wadah penting dalam mempertemukan seni, akademik, dan isu lingkungan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan karya seni yang berkontribusi pada kesadaran ekologis masyarakat.

