Kehidupan Mahasiswa Semester Akhir STIQAS: Antara Tanggung Jawab, Harapan, dan Perjuangan

Kehidupan Mahasiswa Semester Akhir STIQAS: Antara Tanggung Jawab, Harapan, dan Perjuangan

Menjadi mahasiswa semester akhir di STIQAS adalah fase yang penuh dinamika. Pada tahap ini, perjalanan panjang perkuliahan mulai mendekati garis akhir, tetapi justru di sinilah tantangan terasa paling nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional dan pengabdian masyarakat.

1. Dikejar Deadline Penelitian dan Skripsi

Salah satu ciri paling kuat dari kehidupan semester akhir adalah hubungan “cinta-benci” dengan skripsi.
Mahasiswa STIQAS mulai hilir–mudik ke perpustakaan, berdiskusi dengan dosen pembimbing, hingga mencari data lapangan untuk penelitian terkait pendidikan Islam, tafsir, hadis, atau kajian keislaman lainnya.

Walau melelahkan, proses ini mengajarkan kedisiplinan, kejujuran akademik, dan ketekunan—nilai penting bagi calon sarjana yang berkarakter.

2. Menyeimbangkan Aktivitas Organisasi dan Akreditasi

Sebagian mahasiswa semester akhir masih aktif di organisasi kampus, terutama karena STIQAS sedang fokus memperkuat akreditasi.
Mereka terlibat dalam dokumentasi kegiatan, pendampingan mahasiswa baru, hingga menyukseskan acara akademik seperti seminar atau studi kasuistik.

Fase ini membuat mahasiswa belajar tentang leadership dan kerja profesional.

3. Praktik Lapangan dan Pengabdian Masyarakat

Selain skripsi, mahasiswa STIQAS sering berhadapan dengan kegiatan PLP, PPL, atau program pengabdian.
Terjun langsung ke sekolah dan masyarakat membuat mereka memahami betul tantangan dunia nyata: mengajar, memimpin kelas, hingga menjadi inspirasi bagi peserta didik.

Pengalaman ini menjadi bekal penting sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja.

4. Persiapan Karier dan Dunia Kerja

Ketika batas akhir perkuliahan semakin dekat, mahasiswa mulai memikirkan masa depan:

  • Apakah akan menjadi guru?
  • Melanjutkan kuliah S2?
  • Atau masuk ke lembaga pendidikan dan dakwah?

STIQAS turut memperkuat bimbingan karier melalui seminar, pelatihan, dan pembekalan soft skill agar mahasiswa lebih siap bersaing.

5. Tekanan Emosional Tapi Juga Penuh Kebersamaan

Semester akhir bukan hanya soal akademik; ada juga dinamika emosional.
Mahasiswa sering merasakan:

  • cemas dengan revisi,
  • takut terlambat lulus,
  • bingung merancang masa depan,
  • tetapi juga bahagia karena lebih dekat dengan wisuda.

Kebersamaan dengan teman seperjuangan menjadi kekuatan terbesar. Ruang kelas, masjid kampus, dan pojok diskusi menjadi saksi tawa, keluh kesah, dan semangat yang tak pernah padam.

6. Momen Mendewasakan Diri

Pada akhirnya, semester akhir adalah tahap pematangan. Mahasiswa belajar:

  • mengatur waktu,
  • menerima kritik,
  • berpikir kritis,
  • bekerja dalam tekanan,
  • dan tetap menjaga nilai-nilai Islam sebagai identitas lulusan STIQAS.

Tantangannya besar, tetapi hasilnya sebanding dengan perjuangan.

Kehidupan mahasiswa semester akhir STIQAS merupakan perjalanan penuh ujian dan pembelajaran.
Di balik tumpukan revisi dan kesibukan akademik, tersimpan harapan besar: menjadi lulusan yang siap mengabdi, berkompeten, dan membawa nilai-nilai Islam ke masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *