Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq (STIQAS) dikenal sebagai kampus yang menyeimbangkan nilai keislaman, akademik, dan pengembangan karakter. Mahasiswa tidak hanya dibentuk melalui proses belajar di kelas, tetapi juga melalui budaya kampus serta aktivitas organisasi mahasiswa yang hidup dan dinamis. Kedua aspek ini menjadi fondasi penting dalam melahirkan lulusan yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi.
1. Budaya Kampus yang Religius dan Humanis
STIQAS memiliki atmosfer kampus yang religius, sejalan dengan misi untuk mencetak generasi Qur’ani. Budaya religius ini tampak dalam:
- pembiasaan tilawah dan tadabbur Al-Qur’an
- salat berjamaah
- suasana komunikasi yang sopan dan santun
- kegiatan kajian keislaman rutin
- etika berpakaian rapi dan syar’i
Namun, suasana religius ini tetap humanis dan terbuka. Mahasiswa didorong untuk berdiskusi, berpikir kritis, serta menyampaikan pendapat secara ilmiah dan beretika.
2. Lingkungan Akademik yang Mendukung Pengembangan Ilmu
Budaya akademik STIQAS mengutamakan:
- tradisi membaca dan meneliti
- diskusi kelas yang aktif
- penggunaan referensi ilmiah
- pelatihan karya tulis dan seminar keilmuan
Mahasiswa dilatih untuk menyeimbangkan pemahaman keagamaan dengan pendekatan ilmiah modern, sehingga mampu merespons berbagai isu kontemporer.
3. Organisasi Mahasiswa sebagai Wadah Pengembangan Diri
Organisasi mahasiswa (ormawa) di STIQAS memiliki peran besar dalam membentuk karakter kepemimpinan. Beberapa UKM dan lembaga kemahasiswaan memberikan ruang kepada mahasiswa untuk aktif berkontribusi melalui:
- kegiatan dakwah
- seni dan budaya
- olahraga
- jurnalistik
- riset
- pengabdian masyarakat
Aktivitas organisasi melatih kemampuan bekerja sama, komunikasi, manejemen acara, hingga problem solving.
4. Pembentukan Kepemimpinan dan Etika Berorganisasi
STIQAS menekankan nilai adab dan akhlak dalam berorganisasi. Mahasiswa tidak hanya diajarkan menjadi pemimpin, tetapi bagaimana memimpin dengan amanah, sopan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Nilai-nilai seperti:
- musyawarah
- tanggung jawab
- disiplin
- empati
menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan organisasi.
5. Kegiatan Kemahasiswaan yang Variatif dan Produktif
Mahasiswa STIQAS rutin mengikuti berbagai kegiatan seperti:
- seminar nasional
- pelatihan skill
- lomba akademik
- program KKN dan pengabdian masyarakat
- program hafalan Al-Qur’an
- kegiatan bakti sosial
Program-program ini menumbuhkan rasa kepedulian sosial sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa.
6. Penguatan Identitas Akademik dan Qur’ani
Budaya kampus dan organisasi mahasiswa STIQAS saling berkolaborasi membentuk identitas mahasiswa yang:
- berilmu
- beradab
- berwawasan Qur’ani
- mampu berdialog secara ilmiah
- dan siap mengabdi kepada masyarakat
Identitas ini menjadi ciri khas lulusan STIQAS.
Budaya kampus STIQAS yang religius, akademis, dan humanis dipadukan dengan organisasi mahasiswa yang aktif dan produktif. Keduanya memberikan ruang tumbuh yang lengkap bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, kepribadian, soft skill, dan karakter kepemimpinan. Melalui lingkungan ini, STIQAS berhasil membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

