Pendahuluan
Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga moral dan spiritual generasi muda. Banyak kampus kini fokus pada kecerdasan intelektual semata, namun melupakan pembinaan akhlak dan nilai-nilai Qur’ani. Di sinilah STIQ As-Sunnah (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an As-Sunnah) hadir sebagai institusi pendidikan Islam yang konsisten membina mahasiswa agar menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia.
1. Visi Qur’ani sebagai Pondasi Utama
STIQ As-Sunnah berdiri dengan visi membentuk insan akademik yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kampus ini tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan mahasiswa — mulai dari cara berpikir, berinteraksi, hingga mengambil keputusan.
Visi ini terejawantahkan dalam kurikulum yang berbasis pendidikan Al-Qur’an dan As-Sunnah, di mana setiap mahasiswa diarahkan untuk memahami, menghafal, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.
2. Kurikulum Berbasis Ilmu dan Akhlak
Kurikulum di STIQ As-Sunnah dirancang agar seimbang antara ilmu syar’i dan kompetensi akademik modern. Mahasiswa tidak hanya belajar tafsir, hadis, dan bahasa Arab, tetapi juga memahami prinsip pendidikan Islam, komunikasi dakwah, hingga teknologi informasi dalam konteks Qur’ani.
Beberapa pendekatan unggulan yang diterapkan:
- Integrasi Ilmu dan Iman: Setiap mata kuliah diarahkan agar berlandaskan nilai-nilai Qur’an.
- Praktikum Akhlak Islami: Mahasiswa dilatih untuk menerapkan adab dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
- Pembinaan Tahfiz: Program wajib hafalan Al-Qur’an menjadi inti kegiatan akademik.
Dengan kurikulum semacam ini, mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.
3. Lingkungan Kampus yang Religius dan Inspiratif
Salah satu keunggulan STIQ As-Sunnah adalah suasana kampus yang penuh dengan nuansa Qur’ani. Aktivitas ibadah berjamaah, kajian rutin, dan halaqah tahfiz menjadi bagian dari keseharian mahasiswa.
Lingkungan seperti ini membentuk karakter disiplin, tangguh, dan berakhlak mulia.
Selain itu, hubungan antara dosen dan mahasiswa di STIQ As-Sunnah bukan hanya sebatas akademik, melainkan juga pembinaan ruhiyah (spiritual). Para dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan menjadi teladan dalam akhlak serta kedekatan dengan Al-Qur’an.
4. Program Pembinaan Mahasiswa Qur’ani
STIQ As-Sunnah memiliki berbagai program pembinaan yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter Qur’ani di kalangan mahasiswa, antara lain:
- Program Tahfiz Intensif: Mahasiswa diarahkan untuk menargetkan hafalan hingga 30 juz selama masa studi.
- Halaqah Tarbiyah: Kegiatan kelompok kecil yang membahas tafsir, akhlak, dan motivasi spiritual.
- Kegiatan Dakwah Kampus: Melatih mahasiswa menjadi dai muda yang siap terjun ke masyarakat.
- Pesantren Mahasiswa: Membiasakan hidup sederhana, disiplin, dan mandiri dalam suasana islami.
Melalui kegiatan ini, STIQ As-Sunnah mencetak lulusan yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara santun dan berwawasan luas.
5. Membentuk Generasi Qur’ani Berakhlak Mulia
Generasi Qur’ani yang diharapkan oleh STIQ As-Sunnah bukan hanya penghafal, tetapi juga pengamal Al-Qur’an.
Mereka diajarkan untuk menjadi agen perubahan sosial (agent of change) yang membawa nilai-nilai Islam ke dalam masyarakat dengan hikmah dan kasih sayang.
Ciri-ciri generasi Qur’ani yang dibentuk di STIQ As-Sunnah:
- Cerdas Spiritual: Selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam hidup.
- Cerdas Intelektual: Memiliki kemampuan analisis ilmiah dan kritis.
- Cerdas Sosial: Mampu berinteraksi dan berdakwah dengan akhlak mulia.
Mahasiswa dilatih agar mampu menjadi pendidik, pemimpin, dan teladan di tengah masyarakat yang haus akan nilai-nilai moral dan keislaman.
6. Kontribusi Nyata bagi Masyarakat
STIQ As-Sunnah tidak hanya fokus di ruang kuliah. Kampus ini juga aktif mengadakan kegiatan sosial dan dakwah di tengah masyarakat, seperti:
- Pengabdian masyarakat di daerah terpencil.
- Pelatihan membaca dan menghafal Al-Qur’an untuk anak-anak dan orang dewasa.
- Kajian ilmiah dan seminar keislaman terbuka.
Kegiatan-kegiatan ini menunjukkan bahwa lulusan STIQ bukan hanya berilmu, tapi juga bermanfaat bagi umat.
Penutup
STIQ As-Sunnah adalah contoh nyata kampus Islam yang berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani sejati—mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya hidup dan akhlak mulia sebagai identitas diri.
Dengan perpaduan antara ilmu, iman, dan amal, kampus ini terus berkontribusi mencetak kader-kader Islam yang siap membawa pencerahan bagi umat dan bangsa.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

