Perempuan dalam Perspektif Islam: Antara Kehormatan dan Peran Sosial

Perempuan dalam Perspektif Islam: Antara Kehormatan dan Peran Sosial

Pendahuluan

Di era modern, peran perempuan semakin luas dan beragam — mulai dari dunia pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan. Namun di sisi lain, masih banyak pandangan keliru yang menilai Islam mengekang kebebasan perempuan.
Padahal, Islam adalah agama yang paling menghormati dan memuliakan perempuan, bahkan sejak 14 abad yang lalu — jauh sebelum dunia modern membicarakan kesetaraan gender.
Melalui pemahaman yang benar, mahasiswa STIQ As-Sunnah dan generasi muda Muslim dapat melihat bahwa perempuan dalam Islam bukan sosok yang terpinggirkan, melainkan pilar utama dalam pembangunan umat.


1. Islam Mengangkat Derajat Perempuan

Sebelum datangnya Islam, perempuan di banyak peradaban dianggap rendah — tidak memiliki hak waris, suara, bahkan harga diri.
Namun Islam datang membawa revolusi besar.
Allah SWT berfirman:

“Dan Kami telah memuliakan anak cucu Adam.”
(QS. Al-Isra: 70)

Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan manusia, termasuk perempuan, bersifat universal.
Islam menempatkan perempuan sejajar dengan laki-laki dalam hal kemuliaan dan tanggung jawab di hadapan Allah, meskipun peran keduanya berbeda secara kodrati.

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.”
(QS. An-Nahl: 97)


2. Kehormatan dan Martabat Perempuan dalam Islam

Islam memuliakan perempuan dengan menetapkan hak-hak yang jelas:

  • Hak hidup dan keamanan diri – praktik mengubur bayi perempuan hidup-hidup dihapuskan.
  • Hak pendidikan – perempuan berhak belajar sebagaimana laki-laki.
  • Hak ekonomi – perempuan berhak memiliki dan mengelola hartanya.
  • Hak sosial dan hukum – perempuan memiliki kedudukan hukum yang sama di hadapan Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memiliki tiga anak perempuan lalu mendidik mereka dengan baik, menikahkannya, dan berbuat baik kepada mereka, maka baginya surga.”
(HR. Abu Dawud)

Hadis ini menegaskan betapa tinggi kedudukan perempuan dan tanggung jawab besar orang tua untuk menghormati dan mendidik mereka.


3. Perempuan Sebagai Pilar Keluarga

Dalam Islam, keluarga adalah pondasi peradaban, dan perempuan berperan sebagai pendidik pertama bagi generasi umat.
Peran ibu sangat dihormati dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

“Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ungkapan ini menggambarkan bahwa posisi perempuan sebagai ibu adalah sumber kasih sayang dan pendidikan moral bagi anak-anaknya.
Seorang ibu bukan hanya pengasuh, tetapi juga pembentuk karakter, penjaga akhlak, dan penanam iman bagi masa depan umat.


4. Peran Sosial dan Kontribusi Perempuan di Masyarakat

Islam tidak pernah menutup pintu bagi perempuan untuk berperan di ruang publik, selama tetap menjaga adab dan kehormatan.
Banyak contoh perempuan luar biasa di masa Rasulullah SAW:

  • Khadijah binti Khuwailid – pengusaha sukses dan istri Rasulullah yang menopang dakwah Islam dengan hartanya.
  • Aisyah radhiyallahu ‘anha – seorang cendekiawan dan perawi ribuan hadis.
  • Asma’ binti Abu Bakar – perempuan pemberani yang membantu hijrah Rasulullah.

Mereka membuktikan bahwa Islam justru mendorong perempuan untuk aktif, produktif, dan berilmu.


5. Menjaga Batasan: Antara Kebebasan dan Kehormatan

Islam mengajarkan keseimbangan antara kebebasan berperan dan menjaga kehormatan.
Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menampakkan perhiasanmu kecuali yang biasa tampak darinya.”
(QS. An-Nur: 31)

Ayat ini bukan bentuk pengekangan, tetapi perlindungan terhadap kehormatan perempuan.
Islam membebaskan perempuan untuk berpendapat, bekerja, dan berkarya — namun tetap dalam bingkai kesopanan, tanggung jawab, dan niat yang benar.
Kebebasan tanpa batas justru bisa menghilangkan kemuliaan yang dijaga Islam.


6. Perempuan sebagai Pendidik Generasi Qur’ani

Di lingkungan akademik seperti STIQ As-Sunnah, banyak mahasiswi yang kelak akan menjadi guru, pendakwah, dan ibu bagi generasi berikutnya.
Peran ini sangat mulia karena:

  • Mereka akan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini.
  • Mereka akan melahirkan generasi cinta ilmu dan berakhlak.
  • Mereka akan menjadi penjaga moral masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salehah.”
(HR. Muslim)


7. Tantangan Perempuan Muslim di Era Modern

Perempuan Muslim kini menghadapi dua tantangan besar:

  1. Modernisasi yang salah arah — di mana nilai kebebasan sering diartikan tanpa batas, hingga melanggar syariat.
  2. Stigma negatif terhadap perempuan berhijab dan religius — dianggap tertinggal atau tidak progresif.

Mahasiswa Muslimah harus menjawab tantangan ini dengan ilmu, akhlak, dan keteguhan iman.
Mereka harus menunjukkan bahwa menjadi modern tidak berarti meninggalkan nilai Islam.

“Dan hendaklah kamu menjadi umat yang seimbang; menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.”
(QS. Ali Imran: 104)


8. Islam Menjaga Perempuan dari Eksploitasi

Salah satu keindahan Islam adalah menjaga perempuan dari eksploitasi fisik dan emosional.
Sistem Islam melindungi perempuan agar tidak dijadikan objek komersial atau hiburan seperti yang banyak terjadi di budaya sekuler.
Dalam pandangan Islam, perempuan dihargai karena akhlak dan ilmunya, bukan penampilannya.

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)

Inilah konsep kemuliaan sejati yang memerdekakan perempuan dari standar dunia yang sempit.


Penutup

Islam tidak memenjarakan perempuan, tetapi menjaganya dalam kemuliaan.
Perempuan diberi kehormatan tinggi sebagai ibu, istri, pendidik, dan pemimpin moral dalam masyarakat.
Tugas kita sebagai umat Islam — khususnya mahasiswa STIQ As-Sunnah — adalah memahami dan menyebarkan nilai-nilai ini agar dunia melihat bahwa Islam adalah agama yang memuliakan, bukan mengekang.

“Dan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain.”
(QS. At-Taubah: 71)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *