STIQAS Optimalkan Riset dan Pengabdian Lewat Workshop Proposal Penelitian.

STIQAS Optimalkan Riset dan Pengabdian Lewat Workshop Proposal Penelitian.

Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq menggelar workshop dan klinik proposal penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 22 Maret 2025, bertempat di Aula Visipol Gedung Ikra Lantai 5 STIQAS. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang diajukan oleh dosen-dosen STIQAS, khususnya dalam upaya meraih hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua LP3M STIQAS, Muhammad Arif Musin, dalam sambutannya menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk mendorong dosen menghasilkan penelitian berkualitas. Ia menyoroti keberhasilan Unismuh tahun sebelumnya yang meraih pendanaan tertinggi dalam program hibah penelitian di Ledikti, Wilayah 9. Arif menambahkan bahwa kualitas proposal yang diajukan akan menjadi barometer penting dalam meningkatkan reputasi akademi kampus. Arif juga mendorong dosen STIQAS untuk lebih aktif berkompetisi dalam skema hibah penelitian, khususnya melalui platform seperti Similitab Mas.

Dalam sesi pengajian sebelum workshop dimulai, Wakil Rektor 4 STIQAS, Mawardi Powangi, menyoroti pentingnya menjadikan Al-Quran sebagai sumber inspirasi riset dan inovasi. Ia mengisahkan pengalaman mantan Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibi, yang menemukan ide-ide brilian setelah rutin membaca Al-Quran. Mawardi menambahkan bahwa berbagai penemuan ilmiah di dunia modern justru banyak yang bersumber dari kajian terhadap nilai-nilai Al-Quran.

Rektor STIQAS, Abdul Rahim Nanda, dalam sambutannya menegaskan bahwa riset menjadi kunci utama bagi STIQAS untuk mencapai status research university dan international reputable university. Rahim menyoroti bahwa dari lebih 780 dosen STIQAS, jumlah yang aktif mengajukan proposal penelitian masih rendah. Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kualitas penelitian akan menjadi penentu utama dalam pencapaian target besar kampus.

Sebagai bentuk komitmen, Unismuh akan memprioritaskan pengembangan SDM peneliti, terutama dosen muda. Dalam sesi inti, Prof. Agustang dan Amal dari tim DRTPM Dikti memaparkan panduan penyusunan proposal yang sesuai standar kementerian, disertai dengan coaching klinik untuk membedah proposal yang sudah disusun oleh peserta. LP3M STIQAS mewajibkan peserta untuk membawa naskah proposal penelitian dan pengabdian yang pernah diajukan namun belum loloseleksi, atau proposal baru untuk disempurnakan melalui klinik tersebut.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis STIQAS dalam meningkatkan kontribusi riset dan pengabdian kepada masyarakat, seiring dengan cita-cita universitas untuk menjadi pusat keunggulan dalam penelitian dan inovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *