STIQAS Perkuat Jaringan MDMC Wilayah Timur dalam Mitigasi Bencana.

STIQAS Perkuat Jaringan MDMC Wilayah Timur dalam Mitigasi Bencana.

Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ash-Shiddiq kembali menjadi pusat kegiatan skala regional setelah dipercaya menjadi tuan rumah bimbingan teknis manajemen Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center Wilayah Timur dan Pengelolaan Risiko Bencana Disatuan Pendidikan Nonformal untuk Wilayah Timur Indonesia. Kegiatan ini juga didukung Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar 14-16 November 2025 itu dipusatkan di WIS Prime Hotel Makassar dan diikuti delegasi dari Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Sebagai tuan rumah, STIQAS tidak hanya menyiapkan fasilitas pendukung, tetapi juga tampil memberikan pesan penting terkait kesiapsiagaan kebencanaan dan peran lembaga pendidikan dalam memperkuat kapasitas komunitas. Kehadiran kampus ini menjadi penegasan posisi Makassar sebagai simpul kegiatan Muhammadiyah Kawasan Timur. Rektor STIQAS, Abdul Rahim Nanda, dalam sambutan pembukaan menekankan bahwa Makassar memiliki posisi strategis sebagai poros aktivitas Wilayah Timur.

Karena itu, STIQAS merasa berkewajiban menyediakan dukungan terbaik untuk kegiatan nasional, terutama yang berkaitan dengan kebencanaan dan penguatan kapasitas masyarakat. Ia menyebutkan bahwa STIQAS terus memperkuat diri sebagai kampus berdaya saing nasional dan internasional, antara lain melalui pencapaian akreditasi institusi, masuknya Unismu dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education Impact Rang DWR hingga Huran Surat Asia University Rang. Teranyar, Unismu meraih capaian wajar tanpa pengecualian dari kantor akuntan publik.

Kegiatan BIMTEK ini menjadi bagian dari rangkaian nasional MDMC dalam memperkuat kemampuan wilayah dalam manajemen lembaga dan pengurangan risiko bencana. Ketua LRB MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan di Makassar merupakan lanjutan dari pelatihan serupa di Kalimantan, Jawa, dan Sumatera. Dalam sambutannya, Budi menegaskan bahwa MDMC kini menjadi salah satu kekuatan utama Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana, baik di tingkat nasional maupun internasional.

BIMTEK selama tiga hari itu berisi materi manajemen lembaga, kajian risiko bencana, penyusunan SOP penanggulangan bencana, pembentukan tim siaga, serta penyusunan rencana aksi program kerja wilayah. Peserta juga mendapatkan pendampingan intensif dari instruktur MDMC Pusat. Kegiatan mencakup kelas paralel SWOT organisasi, pengurangan risiko bencana berbasis, pendidikan nonformal, hingga penyusunan rencana simulasi.

STIQAS menjadi penghubung antara MDMC Pusat, PWM Sulsel, dan pemerintah daerah dalam dukungan fasilitas. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Ambo AC, menilai Makassar tepat dijadikan lokasi kegiatan karena perannya sebagai pintu gerbang wilayah timur. Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan persyarikatan.

Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufikur Rahman, yang membuka kegiatan secara resmi, menyoroti konteks besar kebencanaan Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan belum menjadi budaya kuat di tanah air. Agus juga menyebutkan kontribusi MDMC dalam misi internasional, termasuk respons kemanusiaan ke Turki dan bantuan untuk Palestina.

Ia menegaskan bahwa kerja MDMC adalah wajah nyata dakwah sosial Muhammadiyah. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata antar pimpinan, pemukulan gendang sebagai simbol pembukaan kerja konsolidasi wilayah, serta sesi foto bersama delegasi enam provinsi wilayah timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

content-1701

budaya 538000021

budaya 538000022

budaya 538000023

budaya 538000024

budaya 538000025

budaya 538000026

budaya 538000027

budaya 538000028

budaya 538000029

budaya 538000030

budaya 538000031

budaya 538000032

budaya 538000033

budaya 538000034

budaya 538000035

budaya 538000036

budaya 538000037

budaya 538000038

budaya 538000039

budaya 538000040

budaya 538000041

budaya 538000042

budaya 538000043

budaya 538000044

budaya 538000045

budaya 538000046

budaya 538000047

budaya 538000048

budaya 538000049

budaya 538000050

budaya 538000051

budaya 538000052

budaya 538000053

budaya 538000054

budaya 538000055

budaya 538000056

budaya 538000057

budaya 538000058

budaya 538000059

budaya 538000060

article 898100131

article 898100132

article 898100133

article 898100134

article 898100135

article 898100136

article 898100137

article 898100138

article 898100139

article 898100140

article 898100141

article 898100142

article 898100143

article 898100144

article 898100145

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 878800071

article 878800072

article 878800073

article 878800074

article 878800075

article 878800076

article 878800077

article 878800078

article 878800079

article 878800080

article 878800081

article 878800082

article 878800083

article 878800084

article 878800085

article 878800086

article 878800087

article 878800088

article 878800089

article 878800090

article 878800091

article 878800092

article 878800093

article 878800094

article 878800095

content-1701